Perbedaan Gangguan Psikososial pada Anak dengan Intelligence Quotient Rata-Rata dan Intelligence Quotient di Atas Rata-Rata di SDN Manahan Surakarta

: Melisa Esti W.
: G0007209
: 2010
: Prof.Dr. Harsono Salimo dr.,Sp.A(K)
: Endang Listyaningsih S dr.,M.Kes.
: Ganung Harsono dr, SpA. (K)
: Widardo Drs.,M.Sc.

Abstrak :
ABSTRAK

Melisa Esti W., G0007209, 2010. Perbedaan Gangguan Psikososial pada Anak dengan Intelligence Quotient Rata-Rata dan Intelligence Quotient di Atas Rata-Rata di SDN Manahan Surakarta.
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
Tujuan: Anak dengan IQ di atas rata-rata memiliki kemampuan lebih tinggi untuk menerima, memahami, dan mengelola informasi. Kemampuan ini dapat membantu untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan psikososial pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan gangguan psikososial pada anak dengan Intelligence Quotient rata-rata dan Intelligence Quotient di atas rata-rata di SDN Manahan Surakarta.


Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random stratifikasi proporsional. Berdasarkan hasil tes IQ siswa-siswi kelas 4 dan 5 di SDN Manahan Surakarta, diambil sampel masing-masing 30 orang per kelompok (kelompok anak dengan IQ rata-rata dan IQ di atas rata-rata). Kuesioner (Pediatric Symptom Checklist) diisi oleh orang tua dari siswa yang menjadi sampel penelitian. Data dianalisis dengan SPSS 17 for Windows.


Hasil: Rerata (mean) skor gangguan psikososial pada anak dengan IQ rata-rata adalah 18,97, sedangkan pada anak dengan IQ di atas rata-rata adalah 14,97. Hasil uji t tidak berpasangan memperlihatkan probabilitas sebesar 0,161 (p > 0,05). Hal ini berarti nilai signifikansi perbedaan pada kedua kelompok adalah tidak bermakna.


Simpulan: Perbedaan gangguan psikososial pada anak dengan IQ rata-rata dan IQ di atas rata-rata adalah tidak bermakna.


Kata kunci: gangguan psikososial; Intelligence Quotient






Kembali