0271 664178     fk@fk.uns.ac.id

Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret

Pengaruh Serbuk Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Terhadap Gambaran Histopatologis Hati Mencit Yang Diinfeksi Plasmodium Berghei


No.

Nama (Team)

N I M

Program Studi

1.

2.

3.

4.

Anna Seleska Adiarti P.H.

Yahya Setiawan

Ardiana Kurniawati

Cyhntia Dewi

G 0004 047

G 0005 210

G 0005 005

G 0006 061

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter


Abstrak

Malaria masih menjadi problem kesehatan di bagian Timur Indonesia. Infeksi Plasmodium falciparum cenderung berat dan menimbulkan komplikasi pada hati yaitu hepatitis malaria. Cacing tanah Lumbricus rubellus terbukti memiliki enzim fribrinolitik dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serbuk Lumbricus rubellus terhadap gambaran histopatologis hati mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei.

Penelitian eksperimental laboratorik dengan post control only group design pada 24 mencit Swiss jantan, 12 minggu dan berat 20 gram, yang dibagi menjadi 2 group besar berdasar lama terapi; 5 dan 10 hari. Setiap group dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu control negative, control positif, klorokuin, dan kelompok Lumbricus. Kontrol negative dipelihara tanpa perlakuan, sisanya diinfeksi dengan P.berghei. Kontrol positif dipelihara tanpa terapi, kelompok klorokuin diterapi klorokuin difosat 5mg/kg, dilarutkan dalam aquadest, diberikan per oral. Kelompok Lumbricus diberikan serbuk Lumbricus 13 mg/hari. Semua terapi diberikan mulai hari ke-2 pasca infeksi sampai periode terapi selesai. Pada akhir terapi, organ hati diambil untuk dibuat preparat histopatologis. Pengamatan dilakukan pada perbesaran 400x. hasil pengamatan menunjukkan pada control positif terdapat perubahan susunan pita hepatic dengan pelebaran sinusoid, hipertrofi dan nekrosis sel, hiperplasi sel kupferr, dan sel kupferr berhemozoin. Kelompok Lumbricus memiliki kenampakan yang hamper sama dengan kerusakan yang lebih ringan. Kelompok klorokuin memiliki kerusakan jaringan yang paling ringan. Semakin lama periode infeksi, semakin besar kerusakan jaringan dan jumlah sel kupferr berhemozoin.

Data skor histopatologis dianalisis dengan analisis nonparametric, Kurskal-Wallis, sedangkan untuk sel kupferr berhemozoin dengan analisis parametric. One way ANOVA. Hasilnya didapatkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000) untuk One Way ANOVA. Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,23; p = 0,037).

Simpulan adalah bahwa pemberian serbuk Lumbricus rebellus memiliki pengaruh signifikan terhadap gambaran histopatologis hati mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei.




Kontak Kami

JL Ir Sutami 36A
Surakarta , Jawa Tengah 57126

 0271 664178     fk@fk.uns.ac.id
© Hak Cipta 2010-2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta