0271 664178     fk@fk.uns.ac.id

Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret

Pisang Sebagai Prebiotik Mengandung Oligofruktosa dan Inulin yang Berfungsi Untuk Menyokong Peran Prebiotik Dalam Mengatasi Inflamasi yang Ditimbulkan Akibat Sepsis


No.

Nama (Team)

N I M

Program Studi

1.

2.

3.

Kautsar Hidayatullah

Danar Dwi Anandika

Carko Budiyanto

G 0006 103

G 0006 062

G 0007 049

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pisang sebagai prebiotik dalam menu

Pisang sebagai prebiotik mengandung oligofruktosa dan inulin yang berfungsi untuk menyokong peran prebiotik dalam mengatasi inflamasi yang ditimbulkan akibat sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pisang sebagai prebiotik dalam menurunkan derajat inflamasi usus mencit model sepsis paparan Cecal Inoculum.

Penelitian ini bersifat eksperimental medik dengan rancangan penelitian the post test only controlled group design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit Balb/c jantan dengan jumlah 30 ekor, berat ± 20 gram dan umur 2-3 bulan. Mencit ini dibagi menjadi 5kelompok, yaitu kelompok control (K) di mana mencit tidak diberikan perlakuan, kelompok perlakuakn I (S1) adalah mencit yang disuntik intraperitoneal (i.p) dengan Cecal Inoculum sebanyak 0,15 ml; kelompok 2 (S2) adalah mencit yang disuntik Cecal Inoculum  sebanyak 0,15 ml i.p. dan pisang per oral dosis 0,1 ml; kelompok 3 (S3) adalah mencit yang disuntik Cecal Inoculum danrillus per oral dosis 0,1 ml; dan kelompok 4 (S4) adalah mencit yang disuntik Cecal Inoculum dosis 0,15 ml serta campuran pisang-rillus perbandingan 1 : 1 dengan dosis 0,1 ml. setelah diberi perlakuan selama 7 hari, pada hari ke-8, mencit dikorbankan dan diambil ususnya, kemudian diperiksa gambaran histologisnya dengan pengecatan HE dan dianalisis berdasarkan system grading inflamasi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan Krusskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney, menggunakan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok (K) didapatkan 4 sampel pada grade 0 dan 2 sampel pada grade 1; S1 didapatkan 2 sampel pada grade 3 dan 4 sampel pada grade 4; S2 didapatkan 1 sampel pada grade 2 dan 5 sampel pada grade 3; S3 didapatkan 4 sampel pada grade 3, 2 sampel pada grade 4; dan S4 didapatkan 2 sampel pada grade 2, 3 sampel pada grade 3. Hasil uji statistic Krusskal-Wallis diperoleh hasil perbedaan yang signifikan pada seluruh kelompok perlakuan. Setelah dilanjutkan dengan uji statistic Mann-Whitney (? = 0,05) didapatkan hasil perbedaan yang bermakna antar kelompok K dan S1, S2 dan S4; S1 dan S5 dengan p < 0,05. Perbedaan yang tidak begitu signifikan terdapat pada kelompok S1 dan S3; S2 dan S3; S3 dan S5.

Dapat disimpulkan bahwa pemberian rillus saja pada masa akut sepsis tidak begitu memperbaiki derajat inflamasi. Pemberian pisang saja atau pisang dan rillus mengurangi derajat inflamasi akibat sepsis pada masa akut.





Kontak Kami

JL Ir Sutami 36A
Surakarta , Jawa Tengah 57126

 0271 664178     fk@fk.uns.ac.id
© Hak Cipta 2010-2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta