0271 664178     fk@fk.uns.ac.id

Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret

Studi Histologis Ginjal mencit pada Pemberian Ekstrak Daun Talok (Muntingia calabura Linn) dengan Induksi Karbon Tetraklorida

No.

Nama (Team)

N I M

Program Studi

1.

2.

3.

4.

Mohandis Haki

Norma Mukti B.

Reza Handry P.

Johan Wijaya Kesit

G 0006 119

G 0006 126

G 0007 140

G 0005 119

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter

Pendidikan Dokter


Abstrak

Ekstrak daun talok (Muntingia calabura L.,) mengandung lignan, berupa flavonoid, tannin, triterpene, saponin dan polifenol, yang menunjukkan aktivitas antioksidatif melalui pengikatan radikal bebas dan dekomposisi peroksida lipid yang dibentuk oleh CCl4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian ekstrak daun talok (Muntingia calabura L.,) dapat mengurangi kerusakan sel tubulus proksimal ginjal akibat nefrotoksisitas CCl4 pada mencit.

Penelitian ini bersifat eksperimenatal laboratorik dengan rancangan the post test only controlled group design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) jantan galur Swiss Webster sebanyak 24 ekor, berumur 6-8 minggu dengan berat badan ± 20 gr. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok control (K) di mana mencit diberi minyak kelama 0,1 ml/20 gBB per oral; kelompok perlakuan I (P1) diberi karbon tetraklorida (CCl4) dosis 0,007 ml/20 gBB dan CCL4 dosis 0,007 ml/20 gBB per oral; kelompok perlakuan 2 (P2) diberi ekstrak daun talok dosisi m mg/20 gBB dan CCl4 dosisi 0,007 ml/20 gBB per oral; kelompok perlakuan 3 (P3) diberi ektrak daun talok dosisi 8 mg/gBB dan CCl4 dosis 0,007/20 gBB per oral.

Setelah diberi perlakuan selama 10 hari, hewan uji dikorbankan dengan cara cervical dislocation, kemudian organ ginjal diambil untuk dibuat preparat histologis dengan metode blok paraffin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Pengamatan mikroskopis preparat dilakukan dengan perbesaran 100x, 400x dan 1000x. Gambaran pada sel tubulus proksimal ginjal diklasifikasikan menjadi normal, kerusakan ringan, dan kerusakan berat. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji statistic kruskal-wallis yang dilanjutkan dengan uji mann-whitney.

Gambaran histologis pada kelompok K didapatkan 36 sampel normal. Kelompok P1 didapatkan 6 sampel tingkat kerusakan ringan dan 30 sampel kerusakan berat. Kelompok P2 didapatkan 25 sampel normal, 9 sampel tingkat kerusakan ringan, dan 2 sampel kerusakan berat. Kelompok P3 didapatkan 31 sampel normal dan 5 sampel tingkat kerusakan ringan. Hasil uji statistic menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p < 0,05) antara kelompok K dan P1; K dan P2; K dan P3, P1 dan P2, P1 dan P3, P2 dan P3.

Disimpulkan bahwa ektrak daun talok (Muntingia calabura L.,) dapat mengurangi kerusakan sel tubulus proksimal ginjal akibat nefrotoksisitas CCl4 pada mencit.



Kontak Kami

JL Ir Sutami 36A
Surakarta , Jawa Tengah 57126

 0271 664178     fk@fk.uns.ac.id
© Hak Cipta 2010-2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta