fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

FK UNS: Strategi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

 

“Blended learning akan menjadi pilihan pembelajaran”

Saat ini program e-learning sedang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan, seiring bertambah canggihnya teknologi akan mempengaruhi metode pembelajaran dan akan semakin cangih pula. Regulasi untuk e-learning saat ini juga sedang digodok oleh pemerintah, “regulasi penyelenggaraan e-learning atau kuliah secara daring dalam waktu dekat akan diterbitkan pemerintah.”

E-learning adalah salah satu sistem pembelajaran era digital yang saat ini semakin dikenal. Terlebih lagi ditengah pandemi virus corona yang tak kunjung berakhir seperti saat ini. Hampir semua lembaga pendidikan akhirnya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi guna meminimalisir resiko penularan virus Corona.

Untuk beralih dari model pembelajaran tatap muka atau bertemu secara langsung, lalu berubah menjadi daring (online) itu sangat membutuhkan effort dan biaya yang tidak sedikit. Namun ini bisa dimulai dengan model Blended Learning. Apa itu Blended Learning? Model Blended Learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.

E-learning memberikan kesempatan bagi mahasiswa secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. Mahasiswa bebas menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, Mahasiswa bisa menghubungi dosen atau nara sumber melalui email, chat atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Bisa juga membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (Learning Management System).


Prof. Ari Natalia Probandari, dr., M.P.H., Ph.D.
Kapala Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UNS

Prof. Ari Natalia Probandari, dr., M.P.H., Ph.D., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), disela-sela aktivitas mengajarnya (secara daring) menyampaikan (18/2/2021): “Dalam pembelajaran saat ini dan ke depan, blended learning akan menjadi pilihan pembelajaran. Mahasiswa dapat diberikan video pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri. Video pembelajaran harus dirancang sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Untuk tujuan pembelajaran yang menyasar pada pengetahuan (knowledge), penggunaan video bisa diiringi dengan sesi diskusi interaktif secara synchronous. Untuk tujuan pembelajaran keterampilan (skills) maka penggunaan video perlu diiringi dengan sesi praktek. Sebagai contoh, untuk pembelajaran keterampilan, mahasiswa dapat diminta mempelajari video sebelum/sesudah sesi synchronous dengan pelatih. Selain itu, pada pembelajaran keterampilan, mahasiswa dapat diberikan video pembelajaran dan projek penugasan.  Projek penugasan ini selain akan berfungsi untuk menerapkan pengetahuan yang sudah diberikan dalam video, nantinya dapat dipakai untuk melakukan penilaian pencapaian tujuan pembelajaran. Dosen perlu memberikan umpan balik atas projek penugasan tersebut. Proses pembuatan projek penugasan juga bisa direkam dalam suatu video, sehingga dosen terbantu untuk memberikan umpan balik."

Kita saat ini sulit memprediksi kapan pandemi berakhir. Namun, dengan semua upaya yang ada, kita berharap pandemi bisa teratasi. Oleh karena itu, dalam kondisi saat ini, kita justru harus mencari cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan pembelajaran secara berkualitas. Mungkin tidak semua tujuan pembelajaran yang sudah kita tetapkan dalam kurikulum dapat kita capai secara optimal dalam pembelajaran selama pandemi. Prioritas tujuan pembelajaran perlu dirumuskan.

 

HUMAS FK UNS: Ari Kusbiyanto