fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

Tertunda Karena Covid-19 Mahasiwa FK UNS Angkatan 2020 Pengenalan Kampus Secara Luring di Bulan April 2021

 

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai termasuk di tanah air membuat mahasiswa terpaksa mengikuti perkuliahan dari tempat tinggal masing-masing. Kuliah daring menjadi pilihan dari sejumlah alternatif (opsi) agar pendidikan dapat terus dilaksanakan.

Semenjak Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia pada 3 Maret 2020, sejak saat itu terjadi percepatan sebaran kasus corona di Indonesia. Salah satu bidang yang ikut terdampak adalah dunia pendidikan. Sejak 15 Maret 2020, perkuliahan di berbagai kampus di Indonesia dialihkan ke kuliah secara daring dengan menggunakan berbagai platform yang ada.

Virus Corona mampu membuat perubahan besar di dunia, salah satunya di bidang pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan kuliah online (e-learning) menjadi opsi yang dipakai di dunia pendidikan.

Semua pihak: tenaga pendidik, mahasiswa, dan tenaga kependidikan ‘dipaksa’ berproses bersama dalam upaya peralihan kuliah reguler menjadi kuliah daring (online). Kondisi ini menyebabkan kampus berbenah diri mempersiapkan perkuliahan online dengan segala keterbatasannya. Berbagai platform digunakan untuk memfasilitasi kuliah online. Bahan ajar dan ujian diubah menjadi bentuk digital, proses bimbingan beralih menjadi pertemuan virtual.
Pandemi Covid-19 bukan hanya mengakselerasi penggunaan teknologi, tetapi juga merubah perilaku dan gaya belajar yang baru. Setiap bidang ilmu berupaya mencocokan diri dan mengambil peran dalam perubahan yang terjadi.

Bagi sebagian mahasiswa, pemberlakuan kuliah daring nyatanya tak terlalu efektif dalam praktiknya. Beberapa dari mereka (mahasiswa) justru mengaku sudah merasa rindu dengan suasana belajar langsung di kampus.

Menjawab beberapa keinginan dan keluhan dari masyarakat tentang kuliah luring, maka pemerintah mengeluarkan kibijakan dengan  Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 dan mensikapi perkembangan situasi dan kondisi Pandemi Covid-19, maka Universitas Sebelas Maret mengeluarkan  Surat Edaran Rektor Nomor 18/UN27/PK.01/2021) tentang uji coba kuliah tatap muka mahasiswa angkatan 2020/2021 Program Sarjana dan Diploma Universitas Sebelas Maret.

Uji coba kuliah tatap muka ini diselenggarakan dengan prosedur: 1.Melaksanakan ketentuan standar operasional prosedur Protokol Kesehatan Covid-19; 2.Dekan Fakultas/Dekan Sekolah Vokasi mengkoordinasikan dan menyusun penyelenggaraan uji coba kuliah tatap muka yang meliputi: Penjadwalan pergantian kelas, dosen, dan pembagian peserta kuliah di fakultas masing masing; 2.Melakukan disinfeksi ruangan dan peralatan pembelajaran/praktikum sebelum dan setelah digunakan, membatasi penggunaan ruang maksimal 30% (tiga puluh persen) dari kapasitas ruangan; 4.Fakultas wajib menugaskan staf untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19; 5.Sivitas akademika Universitas Sebelas Maret yang melakukan aktivitas dikampus harus: Dalam keadaan sehat; Mahasiswa harus mendapat persetujuan dari orang tua atau wali dan membawa surat persetujuan tersebut pada waktu mengikuti uji coba kuliah tatap muka; Mahasiswa wajib menunjukan hasil rapid test/ swab test antigen/test genose negatif yang masih berlaku dan wajib diperiksa suhu tubuhnya pada saat masuk lingkungan Universitas Sebelas Maret; Bagi mahasiswa yang tidak bersedia mengikuti uji coba kuliah tatap muka dapat mengikuti secara daring dan pelaksanaannya akan diatur di program studi masing-masing; Jadwal pelaksanaan uji coba Kuliah Tatap Muka:

Minggu Pertama:    FH, FKor, FK
Minggu Kedua:    FP, FISIP, FIB
Minggu Ketiga:    FEB, FMIPA, FKIP
Minggu Keempat:    FT, FSRD, FKIP

Menindaklanjuti Surat Edaran Rektor UNS tentang uji coba kuliah tatap muka mahasiswa angkatan 2020/2021 program sarjana dan diploma UNS maka Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) mengambil beberapa langkah yang sesuai surat edaran Rektor tersebut dengan topik ‘Pengenalan kampus dalam rangka persiapan pembelajaran luring mahasiswa FK UNS angkatan 2020’. Persiapan yang dilakukan FK UNS yaitu membuat tim penerima mahasiswa angkatan Tahun 2020 yang akan tatap muka secara luring di kampus (Tim terdiri dari Dekanat, para Kaprodi, dan BEM FK UNS / Himpunan) dan sosialisasi kepada orang tua mahasiswa.

Dikutip dalam sambutan Dekan FK UNS (daring), Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K) menyampaikan:

“Pembelajaran jarak jauh itu kurang efektif, karena pandemi itu sifatnya mendadak jadi tenaga pendidik (dosen) dan mahasiswa belum siap tetapi dipaksakan untuk tetap melaksanakan proses belajar dengan cara kuliah online (e-learning), terutama yang menyangkut penguasaan kompetensi yang kurang efektif dan efisien.

Ditinjau dari unsur kejiawaan (psikologis) Mahasiswa baru angkatan tahun 2020 ini yang sekarang sudah semester dua yang mempunyai impian masuk di UNS untuk bisa kuliah tapi belum pernah masuk kuliah tatap muka dikampus ini merasakan hal yang berbeda.

Saya mengapresiasi apabila akan diadakan pembelajaran secara luring, FK UNS itu tidak kurang pengalaman untuk belajar secara luring itu, karena sudah dilakukan oleh Dokter Muda (DM) itu mulai pandemi ada sampai saat ini tidak pernah kita hentikan untuk belajar secara luring di rumah sakit pendidikan UNS dan rumah sakit Dr. Moerwardi.

Sejak Januari 2021 Kemendikbud sudah menargetkan luring dilakukan, kemudian Kemendikbud menyerahkan otoritas ke masing masing perguruan tinggi untuk melakukan belajar secara luring. Rektor UNS memberikan arahan kepada jajarannya untuk segera dimulai kuliah secara luring. Jadi tahapan saat ini pengenalan kampus dulu selama dua hari kemudian akan dievaluasi untuk kuliah luring selanjutnya, dan tentunya FK UNS bekerja dengan berhati hati dan selalu melaksanakan protokol kesehatan.”

 

HUMAS FK UNS: Ari Kusbiyanto