fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

Sarasehan Birokrasi (SERABI) Tahun 2021

 

Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMADAN) Fakultas Kedokteran, Sabtu (11/9/2021) mengadakan acara Sarasehan Birokrasi (SERABI) Tahun 2021. Acara yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom ini merupakan program kerja wajib yang harus dilaksanakan satu kali dalam setiap kepengurusan.

Menurut Ketua HIMADAN FK UNS, Okti Indriyani Kahim, acara ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi mahasiswa terkait sistem pembelajaran di masa pandemi selain itu juga bisa memfasilitasi ruang diskusi antara sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan pembelajaran di masa pandemi sehingga diharapkan mendapatkan solusi yang terbaik agar prestasi mahasiswa bisa meningkat seiring semakin baiknya sistem pembelajaran yang ada.

Dalam kesempatan kali ini, SERABI 2021 mengambil 5 topik yaitu :
1.    Pembuatan modul pembelajaran mata kuliah teori dan praktik.
2.    Kuota internet Kemendikbud.
3.    Sistem Praktik Lapangan Mahasiswa angkatan 2019 dan 2020.
4.    Kesulitan mahasiswa pada skills lab daring.
5.    Informasi sistem penilaian.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Program Studi D4 Kebidanan Program Sarjana Terapan, Ika Sumiyarsi Sukamto, S.SiT., M.Kes, menjelaskan bahwa pembelajaran daring selama ini banyak segi positifnya namun juga ada segi negatifnya. Dari sisi positif kita lebih mengenal media elektronik secara mendalam, baik jenis maupun fungsinya, seperti zoom, google meet dan lain sebagainya sehingga dari segi waktu bisa efektif dan efisien.

Lebih lanjut dijelaskan jika selain nilai positif diatas, ada pula nilai negatif seperti belum siapnya sarana yang dimiliki mahasiswa dan dosen dalam kondisi daring, peralatan elektronik dan jaringan internet yang mendukung sistem ini menimbulkan permasalahan baru seperti belum ada ruangan khusus di rumah yang didesain kedap suara, sehingga saat pembelajaran daring ada gangguan suara dari luar. Jaringan internet yang tidak stabil menimbulkan suara tidak jelas dan putus-putus hingga kehidupan sosial antara mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan dosen menjadi juga kurang hangat berbeda jika komunikasi diakukan secara langsung tatap muka.

 

HUMAS FK UNS : Muh. Abu Dawud