FK UNS Melepas 32 Dokter Spesialis pada Pelepasan PPDS Periode Januari 2026

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kembali melepas dokter spesialis baru pada periode Januari tahun 2026. Acara ini diselenggarakan di Auditorium FK UNS pada Kamis (29/01/2026) dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube FK UNS.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si; Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K).; para wakil dekan FK UNS; Sekretaris Senat Akademik FK UNS, Prof. Dr. Yulia Lanti Retno Dewi, dr., M.Si; Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. Moewardi, Dr. Harsini, dr., Sp.P., M.M.R; Kepala Clinical Research Unit Rumah Sakit Ortopedi, dr. Wahidah, Sp.KFR; Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni FK UNS, Dr. Muhammad Riza, dr., Sp.A(K)., M.Kes; serta segenap Kepala Program Studi PPDS FK UNS.
Berdasarkan laporan akademik yang dibacakan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK UNS, Dr. Ratih Dewi Yudhani, dr., M.Sc, FK UNS kali ini melepas 32 peserta didik PPDS dengan rincian 7 peserta dari Program Studi (Prodi) Radiologi, 6 peserta dari Prodi Anestesi dan Terapi Intensif, 6 peserta dari Prodi Ilmu Bedah, 4 peserta dari Prodi Ilmu Kesehatan THT-KL, 3 peserta dari Prodi Orthopedi dan Traumatologi, 2 peserta dari Prodi Ilmu Kesehatan Anak, 2 peserta dari Prodi Dermatologi dan Venereologi, 1 peserta dari Prodi Patologi Klinik, 1 peserta dari Prodi Neurologi.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Dalam pelepasan kali ini terdapat peserta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang diraih oleh Fathimah Afifah Zahrah, dr., Sp.Rad dari Prodi Radiologi dengan IPK 3,96. Sementara lulusan termuda adalah Anak Agung Sagung Wikan Putridewi K, dr., Sp.Rad dari Prodi Radiologi, yang menyelesaikan pendidikan dokter spesialisnya pada usia 29 tahun 0 bulan.
Dr. Muhammad Riza, selaku Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni FK UNS berpesan agar nilai-nilai kesejawatan sesama alumni untuk terus dijaga dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika kedepan.
“Setelah nanti anda semua kembali ke daerah asal, carilah senior-senior alumni anda walaupun berbeda spesialis, jalinlah silaturahmi yang baik. Begitupun jika nanti ada adik-adik anda alumni FK UNS mungkin bekerja di tempat anda maka berikanlah mereka kesempatan yang baik untuk bekerja dan mengabdi,” ucapnya.
Prof. Fitria berharap momen pelepasan ini tidak menjadi momen untuk berhenti belajar namun justru menjadi titik awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengabdikan ilmunya.
“Gelar dokter spesialis ini merupakan hasil kerja keras anda semua, dedikasi yang tinggi, ketekunan yang luar biasa, komitmen yang besar selama beberapa tahun menjalani proses pendidikan. Namun tentu saja kita semua menyadari bahwa gelar baru ini merupakan starting point untuk melangkah ke tahap selanjutnya yaitu tahap mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pembelajaran kepada masyarakat,” jelasnya.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Beliau juga menyampaikan jika proses belajar yang sesungguhnya adalah kelak saat mengabdikan diri pada masyarakat.
“Karena pembelajaran dalam masyarakat ini merupakan pembelajaran kehidupan yang jauh lebih penting dibandingkan dengan pembelajaran akademis, dimana anda semua nanti dituntut untuk mengembangkan soft skill dan karakter. Anda juga akan dituntut untuk belajar dan memahami bagaimana berinteraksi dengan kolega, staf, pasien dan masyarakat secara luas,” ucap Prof Fitria.
Dekan FK UNS, Prof. Reviono dalam sambutannya menyampaikan agar para dokter spesialis yang baru saja dilantik untuk menjalani peran sebagai dokter yang professional.
“Kita sebagai seorang dokter harus menjalani profesi ini secara profesional. Ada unsur-unsur didalam profesional ini, yang pertama yaitu kompeten, anda sudah diberi ilmu yang kompeten dan anda juga sudah diuji juga dan sudah lulus menguasai kompetensi masing-masing. Ini harus dijaga kompetensi yang sudah dikuasai. Yang kedua adalah tanggung jawab, apa yang kita kerjakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian ada muatan-muatan khusus seperti pasien safety juga masuk didalam komponen profesionalisme,” ucapnya.
Selain itu Prof. Reviono juga berpesan agar para dokter spesialis baru yang sekarang sudah menjadi alumni bisa menjaga nama baik UNS serta terus menjaga silaturahim baik dengan sejawat maupun dengan almamater.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
“Saya juga titip saat anda semua kembali ke instansi anda nanti, bawalah selalu nama FK UNS, jaga nama baiknya karena FK UNS adalah almamater anda semua,” ucapnya.
Dengan pelepasan dokter spesialis periode Januari 2026 ini, maka sejak berdirinya pada tahun 1976, FK UNS telah meluluskan 2.172 dokter spesialis. Para lulusan tersebut telah tersebar dan mengabdikan ilmunya di berbagai bidang baik pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, maupun institusi pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia.
Humas FK UNS
english 












