Rektor UNS Lakukan Monev Pelaksanaan UTBK 2026 di Fakultas Kedokteran UNS

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT). Ujian ini dimulai pada tanggal 21 hingga 29 April dan bertempat di Laboratorium Computer Based Test (CBT) FK UNS. Setiap hari, terdapat 2 sesi ujian yakni sesi pagi dan sesi siang. Sehingga selama periode pelaksanaan ujian terdapat 18 sesi ujian. Pada ujian kali ini sebanyak 3600 peserta akan melaksanakan ujian di CBT FK UNS.
Pada hari pertama pelaksanaan ujian ini, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si, M.Si.; Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D.; dan juga perwakilan dari Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Dr. Bambang Purwanto dr., M.Kes. melakukan monitoring langsung ke berbagai lokasi pelaksanaan ujian.
Salah satu lokasi ujian yang dikunjungi adalah Laboratorium CBT FK UNS. Disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Non Akademik FK UNS, Dr. Annang Giri Moelyo, dr., Sp.A (K)., M.Kes. bahwa pada pelaksanaan ujian sesi pagi ini dari 200 peserta terdapat beberapa peserta yang tidak mengikuti ujian.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
“Untuk ujian sesi pagi kali ini dari 200 peserta yang terdaftar ada 7 peserta yang tidak hadir mengikuti ujian dengan rincian dari lab CBT A dari 100 peserta terdaftar ada 4 peserta yang tidak hadir dan dari lab CBT B dari 100 peserta terdaftar ada 3 peserta yang tidak hadir mengikuti ujian,” jelasnya.
Prof. Dr. Hartono menyampaikan apresiasinya kepada panitia pelaksana ujian di FK UNS yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana dengan sangat baik untuk mendukung pelaksanaan ujian kali ini.
“Saya melihat sarana dan prasarananya, ruangan, alhamdulillah cukup memadai bahkan di tiap ruangan-ruangan juga sudah disiapkan cadangan komputer jika terdapat masalah dengan komputer yang digunakan. Suhu ruangan juga cukup nyaman untuk para peserta menjalani proses ujian ini dengan baik,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikan juga untuk peserta disabilitas sudah disiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan peserta dalam mengikuti ujian.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
“Kami mendapatkan data, terdapat 7 orang penyandang tuna netra, 4 orang tuna daksa, dan 1 orang tuna rungu. Sebagai kampus inklusif, kami pastikan mereka mendapatkan akses sehingga mereka dapat mengikuti ujian seperti peserta ujian lainnya,” tambah Prof. Hartono.
Prof. Hartono juga menambahkan bahwa prosedur keamanan sudah ditingkatkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan, termasuk kemungkinan perjokian.
“Kami sudah tetapkan prosedur pengawasan ujian, sejak awal peserta masuk ujian, pelaksanaan, peserta meninggalkan ruang ujian, hingga pelaporan hasil ujian ke panitia pusat,” ujar Prof. Hartono.
Humas FK UNS
english 









