fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

FK UNS Kembali Adakan Acara Sharing Success Story Alumni Berprestasi Tahun 2026


 

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada saat ini masuk dalam 4 besar nasional sebagai Fakultas Kedokteran terbaik di Indonesia menurut Time Higher Education World University Ranking (THE WUR) by Subject 2026. FK UNS menyadari bahwa berbagai capaian dan kemajuan yang diraih selama lima dasawarsa tidak terlepas dari keterlibatan aktif para alumni di berbagai bidang. Oleh karena itu, FK UNS selalu menjaga hubungan baik dengan para alumni. 

Bertempat di Auditorium FK UNS pada hari Sabtu (9/5/2026), diadakan acara Sharing Success Story Alumni Berprestasi Tahun 2026. Acara ini rutin diadakan oleh FK UNS setiap tahunnya. Selain untuk menyemarakkan Dies Natalis ke-50 UNS, acara ini bertujuan untuk memberikan insight bagi para mahasiswa yang hadir dengan capaian dari alumni berprestasi dalam berkarier sehingga dapat menjadi motivasi dan contoh teladan bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia profesi.

Pada kesempatan ini FK UNS menghadirkan Prof. (H.C.) Dr. dr. Prasetyo Edi, Sp.BTKV, Subsp VE (K)., FIACTVS., SH., M.H., MBA., MARS sebagai alumni berprestasi FK UNS tahun 2026. Beliau sekarang menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia IV dan Anggota Majelis Disiplin Profesi.

Acara Sharing Success Story Tahun 2026 ini dihadiri oleh jajaran dekanat FK UNS, alumni FK UNS Angkatan Tahun 1990, Pengurus Keluarga Alumni FK UNS dan mahasiswa FK UNS.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Dalam sambutannya, Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), menyampaikan jika posisi alumni sangatlah penting karena berpengaruh terhadap reputasi FK UNS baik dalam akreditasi maupun perankingan dunia yang salah satunya adalah kontribusi dari alumni, tentang kolaborasi internasional dan international recognition.

“Kami selaku pimpinan fakultas selalu menempatkan alumni pada posisi yang khusus seperti melibatkan alumni dalam tiap kegiatan yang kami lakukan di FK UNS. Kami juga titipkan nama besar FK UNS untuk bisa selalu dijaga, selalu ditinggikan karena ini adalah almamater anda sekalian, tempat anda dulu menimba ilmu,” pesan beliau.

Ketua Keluarga Alumni FK UNS, Dr. Muhammad Husen Prabowo, dr., M.P.H dalam sambutannya menyampaikan jika apa yang telah dicapai alumni berprestasi kali ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa.

“Bagi saya, kesuksesan itu bukanlah suatu akhir akan tetapi sebuah transformasi berkelanjutan. Ada tiga hal yang harus kita cermati, yang pertama adalah mindset. Bahwa kesuksesan itu merubah cara berpikir kita dari reaktif menjadi proaktif, yang awalnya hanya menunggu peluang menjadi berburu peluang,” ucapnya.

Yang kedua menurut Dr. Husen adalah cara kerja yang efektif dan efisien. “Sebagai seorang profesional maka kita akan dituntut untuk bekerja secara cepat dan tepat, sehingga kita harus bisa mengatur waktu kita secara efektif dan efisien. Yang terakhir untuk menjadi seorang pemenang kita harus menjadi orang yang adaptif, yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman,” jelasnya.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Dalam menceritakan kisah perjalanan hidupnya, Prof. Prasetyo Edi menyampaikan jika sebenarnya pengorbanan seseoranglah yang seharusnya dibagi dan diceritakan agar bisa menjadi sebuah inspirasi, bukan hanya pencapaian sukses seseorang.

“Jangan merasa hari ini anda menderita dalam berproses, namun yakinlah jika kelak Allah akan menggantinya dengan kesuksesan. Yang terpenting anda paham, menikmati penderitaan itu adalah proses menuju kesuksesan dan kebahagiaan anda,” ucapnya.

Alumni dengan gelar akademik berderet ini telah merasakan 12 kali prosesi kelulusan baik di bidang kedokteran maupun ilmu hukum. Namun baginya, kesuksesan itu bukan sekedar pencapaian atau tentang gelar yang berjejer di kartu nama, tetapi tentang pilihan-pilihan sulit yang harus diambil ketika tidak ada orang lain yang melihat.

“Karena saya percaya, kisah yang paling berguna bukanlah kisah yang manis. Kisah yang berguna adalah kisah tentang malam-malam ketika kita hampir menyerah, namun kita tetap memilih untuk berdiri,” ucapnya.

Menurutnya menjadi seorang dokter adalah profesi yang sangat istimewa, karena bisa membantu orang lain dengan ilmu yang dimiliki.

“Saat saya masuk ruang operasi, maka fokus saya akan meningkat karena disinilah seluruh latihan dan pengalaman saya bertahun-tahun dipertaruhkan. Menyambung apa yang robek, mengembalikan denyut yang hampir berhenti. Ketika kita berhasil menyelamatkan pasien, maka rasa syukur dalam hening saya rasakan, atas ilmu yang telah Allah titipkan pada saya, yang bukan milik saya sepenuhnya namun milik setiap pasien yang membutuhkannya,” ujarnya.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Menurut Prof. Prasetyo Edi, selain mempelajari tentang ilmu kedokteran, mahasiswa juga perlu mempelajari tentang ilmu hukum minimal hukum kesehatan secara garis besarnya karena dokter yang yang tidak memahami hukum akan menjadi dokter yang rentan. Bukan rentan terhadap hukum itu sendiri melainkan rentan dimanfaatkan oleh sistem yang tidak selalu adil.

“Karena dokter yang gagal tidak selalu dokter yang jahat. Seringkali dia adalah dokter yang baik namun berada di dalam sistem yang rusak. Kepada anda yang sedang memasuki dunia kedokteran, pelajari hukum kesehatan minimal garis besarnya. Bukan karena anda akan berhadapan dengan hukum, tetapi karena pemahaman tentang hukum itu akan membuat anda menjadi dokter yang teliti, lebih empatik, dan lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

 

Humas FK UNS