FK UNS Menjadi Tuan Rumah Uji Kompetensi Nasional Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tanggal 7-9 Agustus 2026 menjadi tuan rumah kegiatan Uji Kompetensi Nasional Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang diadakan oleh Tim Adhoc Uji Kompetensi Nasional Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Uji kompetensi nasional yang diadakan ini bertujuan untuk menghasilkan dokter spesialis Pulmonolgi dan Kedokteran Respirasi yang kompetensinya terstandar secara nasional dalam melaksanakan tugasnya.
Pada pelaksanaan uji kompetensi nasional kali ini diikuti oleh 53 peserta dari Program Studi (Prodi) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari berbagai universitas di seluruh Indonesia diantaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Lampung.
Semua peserta diwajibkan telah memenuhi berbagai persyaratan untuk bisa menjadi peserta dalam uji kompetensi nasional ini. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh para peserta ini adalah telah menyelesaikan seluruh stase, telah menyelesaikan tugas akhir (tesis), sudah lulus pada ujian lokal dan dinyatakan layak untuk mengikuti ujian nasional oleh institusi tempat peserta menempuh pendidikan.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Prof. dr. Wiwien Heru Wiyono, Ph.D, Sp.P(K) selaku Ketua Chapter Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi menyampaikan bahwa uji kompetensi ini adalah ajang pembuktian bagi para peserta terhadap ilmu yang telah didapat selama menempuh pendidikan dokter spesialis.
“Uji kompetensi ini menjadi pembuktian anda sekalian, apakah anda memang sudah layak menjadi dokter spesialis paru, apakah anda sudah layak dilepas ke masyarakat dan bisa benar-benar bertanggung jawab terhadap ilmu yang selama ini anda sekalian peroleh selama studi,” ucapnya.
Ujian nasional ini dilaksanakan selama tiga (3) hari berturut-turut dengan menghadirkan para penguji ujian nasional. Mereka merupakan staf pengajar dari institusi pendidikan yang menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang mempunyai kualifikasi sebagai penguji. Adapun kualifikasi penguji nasional adalah staf pengajar yang sudah mempunyai gelar konsultan dan telah mengikuti magang pada ujian nasional sebelumnya.
Hari pertama pada ujian nasional ini adalah pelaksanaan Computer Based Test (CBT). Pada pelaksanaan ujian ini para peserta mengerjakan sebanyak 100 soal pilihan ganda dalam waktu 120 menit.
Pada hari kedua para peserta dihadapkan dengan ujian Observation Systematic Case Evaluation (OSCE) meliputi stasion Onkologi Toraks, Infeksi, Torakostomi, Bronkoskopi Patologis, Faal Paru, USG Toraks dan ILD.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Ujian OSCE dilaksanakan dengan menggunakan objek bisa berupa alat seperti spirometer, bronkoskopi, dan manekin, bisa dengan pasien simulasi atau hewan kambing. Penguji mengisi penilaian yang sudah disediakan dan tidak boleh berkomunikasi (menjelaskan atau mengoreksi) peserta yang mengikuti ujian.
Pada ujian hari ketiga para peserta menjalani Ujian Lisan Komprehensif (CBD) dengan diberikan kasus secara tertulis sebagai bahan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh penguji. Ujian ini terdiri dari 3 stasion, yaitu: Pulmonologi Intervensi dan Gawat Napas-Infeksi, Penyakit Saluran Napas-Paru Kerja, dan Onkologi-Imunologi.
Para peserta ujian nasional ini akan dinyatakan lulus jika mereka bisa mendapatkan nilai diatas Nilai Batas Lulus (NBL) pada ketiga jenis ujian (CBT, OSCE, CBD). Pada ujian nasional kali ini terdapat 43 orang peserta yang berhasil lulus. Untuk peserta yang belum lulus ujian nasional ini akan diberikan kesempatan mengulang ujian sesuai dengan jenis ujian yang belum lulus.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Humas FK UNS
english 












