Grup Riset FK UNS Gelar Penyuluhan tentang Pencegahan Inkontinensia Urine pada Wanita

Kelompok Staf Medis (KSM) Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi menggandeng Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Klaten dan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Klaten menggelar penyuluhan dalam rangka pengabdian masyarakat hibah grup riset Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan yang mengusung tema "Edukasi Pencegahan Inkontinensia Urine pada Wanita Menopause Bersama IIDI" ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lt. 3 RSU Islam Klaten, Sabtu (4/7/2026).
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah pembicara berkompeten di bidangnya guna memberikan edukasi mendalam bagi para peserta. Pembicara pertama, Dr. dr. Uki Retno Budihastuti, Sp.OG, Subsp.F.E.R, menyampaikan materi mengenai pentingnya mengenali gejala menopause lebih dini agar para wanita dapat mempersiapkan fase tersebut dengan baik.
Pemateri kedua, Dr. dr. Asih Anggraeni, Sp.OG, Subsp.Urogin Re., memberikan pemaparan spesifik mengenai gangguan berkemih pada usia menopause, salah satunya inkontinensia urine atau kondisi kesulitan menahan buang air kecil yang kerap mengganggu kualitas hidup wanita di usia lanjut. Sementara itu, dr. Eriana Melinawati, Sp.OG, Subsp.F.E.R hadir sebagai pembicara ketiga yang mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah praktis dalam menerapkan pola hidup sehat bersama menopause.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Tidak hanya penyampaian teori, rangkaian pengabdian masyarakat ini juga dilengkapi dengan sesi praktis berupa Senam Kegel bersama. Sesi ini dipandu dan didampingi langsung oleh dr. Agung Sari Wijayanti, Sp.OG dan dr. Putri Eka Pratiwi, Sp.OG untuk melatih kekuatan otot dasar panggul peserta sebagai langkah preventif mengatasi gangguan berkemih.
Tujuan dari kegiatan hibah grup riset ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya kaum wanita, bahwa keluhan inkontinensia urine di masa menopause dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar wanita menjadi lebih berani dan tidak takut untuk segera memeriksakan diri secara dini ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi apabila didapatkan keluhan terkait kencing maupun keluhan tertentu pasca-menopause.
Diharapkan, setelah adanya penyuluhan dan pelatihan senam kegel ini, para wanita tidak lagi menganggap gangguan berkemih sebagai konsekuensi penuaan yang harus diterima begitu saja, melainkan sebuah kondisi yang bisa diantisipasi sedini mungkin demi mewujudkan masa tua yang sehat dan bahagia.
![]() |
![]() |
![]() |
(Geser untuk foto selanjutnya)
Humas FK UNS
english 









