fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

Inovasi SRIKANDI dari FK UNS Perkuat Kompetensi Bidan Surakarta untuk Deteksi Dini Kanker Perempuan

15/10/2026

 

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Surakarta memperkuat kapasitas bidan dalam edukasi, skrining, dan pendampingan kesehatan perempuan melalui program SRIKANDI (Skrining dan Edukasi Nutrisi untuk Deteksi Dini Kanker pada Perempuan melalui Penguatan Kompetensi Bidan). Workshop SRIKANDI dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 dan diikuti oleh 50 bidan yang berasal dari 17 puskesmas, Bidan Delima, serta rumah sakit di Kota Surakarta.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Internasional Mandatory (PIM-UNS) yang didanai melalui RKAT Universitas Sebelas Maret Tahun Anggaran 2026, dengan Nomor Perjanjian Penugasan Pengabdian 461/UN27.22/PT.01.03/2026.

SRIKANDI dirancang untuk memperkuat peran bidan sebagai tenaga kesehatan yang berada dekat dengan perempuan dan komunitas. Tidak hanya berfokus pada aspek skrining, program ini juga mengintegrasikan kemampuan komunikasi kesehatan, edukasi nutrisi, pengenalan faktor risiko dan tanda awal kanker, pendampingan, serta penguatan mekanisme rujukan.

Pengembangan program diawali dengan analisis kebutuhan yang melibatkan 20 bidan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 95 persen peserta memiliki sikap yang sangat positif terhadap upaya deteksi dini kanker pada perempuan, 90 persen memiliki kompetensi yang baik, sementara kebutuhan pelatihan masih berada pada kisaran 90–95 persen.

Temuan tersebut diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur Dinas Kesehatan Kota Surakarta, IBI Kota Surakarta, serta para bidan. Diskusi mengidentifikasi sejumlah kebutuhan prioritas, antara lain penguatan keterampilan komunikasi bidan, pembaruan materi edukasi, serta integrasi edukasi nutrisi dan upaya deteksi dini kanker pada perempuan.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Berdasarkan kebutuhan tersebut, workshop SRIKANDI menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik pelayanan. Materi mencakup epidemiologi kanker dan nutrisi perempuan, mitos dan fakta terkait nutrisi serta kanker serviks dan payudara, deteksi dini kanker payudara dan lesi prakanker serviks, komunikasi terapeutik, serta strategi edukasi nutrisi yang dapat diterapkan dalam pelayanan bagi perempuan.

Ketua PIM SRIKANDI, Vitri Widyaningsih, dr., M.S., Ph.D., dosen FK UNS, menyampaikan bahwa kedekatan bidan dengan perempuan menjadi modal penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker.

“Bidan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada dekat dengan perempuan dan masyarakat. Melalui SRIKANDI, kami ingin memperkuat kemampuan bidan tidak hanya dalam skrining, tetapi juga dalam komunikasi, edukasi nutrisi, dan pendampingan. Dengan demikian, perempuan dapat memperoleh informasi yang tepat dan terdorong untuk melakukan deteksi dini.”

Dimensi internasional dalam program ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Dr.sc.hum. Melani Ratih Mahanani, MD, MScIH dari Heidelberg University. Kolaborasi tersebut memberikan perspektif tambahan dalam pengembangan kapasitas tenaga kesehatan agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam komunikasi dan pelayanan sehari-hari.

(Geser untuk foto selanjutnya)

“Penguatan kapasitas bidan akan lebih bermakna ketika materi tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi komunikasi dan tindakan yang aplikatif dalam pelayanan,” ujar Melani.

Ketua PC IBI Kota Surakarta, Rofiatun Chasanah, S.ST., Bdn., menyambut baik program SRIKANDI sebagai bagian dari penguatan pelayanan kebidanan di tingkat masyarakat.

“Bidan tidak hanya perlu memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikan edukasi secara tepat, berkomunikasi dengan baik, mengenali tanda dan faktor risiko, serta membantu perempuan memperoleh pemeriksaan lanjutan jika diperlukan. Hal tersebut merupakan bagian penting dari pelayanan kebidanan,” ungkapnya.

Melalui rangkaian analisis kebutuhan, pengembangan media edukasi, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi, SRIKANDI diarahkan untuk menjadi model penguatan kapasitas bidan yang dapat mendukung keberlanjutan layanan kesehatan perempuan di tingkat komunitas.

Program ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 5 tentang kesetaraan gender, dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Pada akhirnya, deteksi dini kanker pada perempuan bukan semata-mata mengenai penemuan penyakit sedini mungkin. Upaya tersebut juga membutuhkan perempuan yang memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, serta akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang tepat. Melalui SRIKANDI, FK UNS bersama para mitra berupaya memperkuat mata rantai tersebut dari lini terdekat dengan perempuan.

Ketika bidan memiliki kapasitas yang semakin kuat dalam pengetahuan, komunikasi, dan edukasi, semakin besar pula peluang perempuan untuk mengenali risiko, mencari pertolongan lebih awal, dan mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatannya.

(Geser untuk foto selanjutnya)

 

Humas FK UNS