fk@fk.uns.ac.id +62 271 664178

RGDC FK UNS Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Guru SMP Negeri 15 Surakarta: Usung Isu Kesehatan Mental

4/11/2026

 

Research Group Disease Control (RGDC) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan bagi para guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 15 Surakarta pada Kamis (15/10/2026). Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, kegiatan kali ini berfokus pada isu mental health serta pencegahan dan penanganan burnout di lingkungan pendidik. Program ini diselenggarakan selaras dengan pemenuhan Sustainable Development Goals Tujuan ke-3, yaitu "Kehidupan Sehat dan Sejahtera".

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua RGDC FK UNS, Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental bagi para tenaga pendidik di tengah dinamika perkembangan teknologi dan tuntutan pekerjaan. 

"Guru merupakan pilar utama dalam mencetak generasi penerus bangsa, namun sering kali dihadapkan pada tingkat stres dan risiko burnout yang tinggi, khususnya di era digital saat ini. Melalui pengabdian masyarakat ini, RGDC FK UNS berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang holistic, Dimana tidak hanya memantau kesehatan fisik, tetapi juga membekali para pendidik dengan ketahanan mental agar mampu menjalankan perannya secara optimal dan berkelanjutan," ujar Prof. Ari Natalia Probandari.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Sebagai bentuk deteksi dini kesehatan fisik, rangkaian kegiatan diawali dengan pelayanan Pos Pembinaan Terpadu. Melalui Posbindu, para guru dan staf pengajar SMP Negeri 15 Surakarta menjalani skrining kesehatan menyeluruh, meliputi pengukuran tekanan darah, status gizi, serta pemeriksaan laboratorium dasar seperti kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan materi dari pakar kesehatan FK UNS, Dr. Ratih Puspita Febrinasari, dr., M.Sc., yang membawakan topik bertajuk "Detoks Stres & Burnout di Era Digital". Dalam sesi tersebut, Dr. Ratih mengupas tuntas mengenai:
1.    Mengenali Gejala Awal Burnout: Memahami perbedaan antara stres kerja biasa dan burnout.
2.    Dampak Era Digital: Bagaimana paparan informasi dan konektivitas tanpa batas dapat memicu kecemasan dan kelelahan mental pada pendidik.
3.    Strategi Digital Detox: Langkah-langkah praktis dalam menerapkan jeda digital, manajemen waktu kerja yang sehat, serta teknik relaksasi mandiri untuk menjaga kestabilan emosi.

Sesi edukasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para guru SMP Negeri 15 Surakarta, yang aktif berkonsultasi dan berbagi pengalaman terkait tantangan mengajar serta adaptasi teknologi di sekolah.

(Geser untuk foto selanjutnya)

Melalui penyelenggaraan pengabdian masyarakat ini, RGDC FK UNS berharap para guru SMP Negeri 15 Surakarta tidak hanya memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pengelolaan stres secara mandiri demi terciptanya lingkungan belajar-mengajar yang sehat, kondusif, dan produktif.

Humas FK UNS